Deskripsi
Selama berdekade mengalami proses-proses eksploitatif dan marjinalisasi atau peminggiran yang masif, benarkah masyarakat Dayak dapat dengan mudah diuraikan sebagai masyarakat primitif sebagaimana yang dituduhkan negara sehingga harus diberadabkan? Atau, kondisi demikian hanya dalih negara Indonesia untuk memberangus masyarakat Dayak dari alam mereka melalui permainan kekuasaan dan kebijakan-kebijakan investasi yang menguntungkan para taipan atau kapitalis? Kemudian, bagaimana generasi Dayak selanjutnya memahami identitas mereka di masa depan, jika hampir setiap hari mereka mengalami peminggiran yang mengerikan?
Dalam tulisannya di SalingZineau Vol. 04 (November 2025), Muhammad Yasir mencoba untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Dia berangkat dari argumen bahwa upaya pemusnahan masyarakat adat dari tanah leluhurnya dimulai dengan menghilangkan identitas kebudayaan tanah yang ada di masyarakat tersebut. Salah satunya adalah dengan menyingkirkan mereka dari praktik pangan lokalnya, lalu mengusir mereka lewat kebijakan pro-korporasi.
Jawe’ yang Dipaksa Musnah oleh Land Grab dan Diabetes Melitus (Salingzineau Vol.4/2025)
Penulis: Muhammad Yasir
38 halaman, 14x20cm

