Deskripsi
Keterkenalan nama Kartini ini tentu saja tidak bisa dengan naif kita tafsirkan sebagai sebuah proses alami belaka, seolah tak ada tangan-tangan yang bermain dengan kepentingan dan tujuannya masing-masing, tanpa ada agenda tersembunyi sama sekali.
Dari sekelumit sejarah pembentukan mitos Kartini sebagai ikon di atas jelas betapa baik di zaman kolonialisme Belanda maupun di era setelah Indonesia merdeka, yaitu pada periode Orde Lama Sukarno dan Orde Baru Suharto, berbagai cara resmi dilakukan untuk melahirkan dan mengokohkan sosok Kartini sebagai tokoh ikon dalam sejarah..."
Dalam esai kritik di SalingZineau Vol. 1 (Agustus 2025) ini, Saut Situmorang membawa kita pada sebuah ruang baru untuk melihat bagaimana sosok Kartini dibingkai selama ini oleh berbagai relasi kuasa sejak era kolonial hingga kemerdekaan sebagai representasi dari 'sosok perempuan yang emansipatoris dan memperjuangkan kaumnya'.
Penulis: Saut Situmorang
Semut Api Media
Ukuran A5
34 halaman
Isi hitam putih
