MELAWAN BAHASA PATRIARKI
Penulis: Ni Putu Sri Pratiwi
Detail: 13x19cm, 100 halaman, Bookpaper, Soft Cover
Rp50.000
Jika bahasa sendiri telah menjadi wahana komunikasi yang tak netral, mungkinkah tujuan komunikasi terwujud? Ahli bahasa telah jauh-jauh hari mengungkap ketidakadilan dalam bahasa itu sendiri, tepatnya bias-bias gender di dalamnya. Hal ini menjadi perhatian Luce Irigaray sekaligus berupaya ia carikan solusinya. Irigaray “secara tidak sengaja” mempelopori aliran baru feminisme, yakni feminisme posmodern. Perbedaan utama aliran ini dibandingkan berbagai aliran feminisme sebelumnya adalah fokus dan domain mereka pada ranah teks berikut bahasa.