Tiga tahun setelah 135 nyawa melayang di Stadion Kanjuruhan, gerakan Usut Tuntas semakin lirih, sementara keadilan belum juga berhasil diraih. Para pelaku diadili dengan hukuman ringan (bahkan lolos) dan Arema FC tetap berlaga seolah tidak ada yang terjadi. Buku ini menelusuri mengapa kebuntuan itu terjadi dan dari mana asalnya. Penulisnya bukan suporter, melainkan seorang Mahasiswa asal Malang yang justru baru mengenal Arema lewat tragedinya, dan yang mengikuti gerakan ini sejak aksi-aksi pertama, doa rutin di Gate 13, menyelenggarakan pameran solidaritas di kampus, sampai mendapat teror dan intimidasi. Dengan kerangka analisis kapitalisme dan antropologi, penulis membedah makna keadilan dan Usut Tuntas yang sesungguhnya. Buku ini juga menawarkan langkah-langkah yang mungkin dilakukan untuk mendobrak kebuntuan itu, dari yang terasa kecil hingga yang terdengar mustahil.
MENDOBRAK KEBUNTUAN: Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Penulis: Mohammad Rafi Azzamy
350 halaman, 14x20cm
Bookpaper, soft cover
Cetakan Pertama, April 2026
Penerbit Semut Api