Antologi Puisi Mozaik adalah cara Sengon Karta mengumpulkan ingatan-ingatan dari perjalanan hidup yang telah dilaluinya. Bersentuhan dengan beragam dinamika fenomena sosial di masyarakat. Berisikan kurang lebih 80-an puisi, semuanya ditulis tanpa rencana, dan menggunakan gawai sebagai pirantinya. Membaca Antologi Puisi Mozaik seperti hanyut ke dalam konteks peristiwa yang disajikan oleh Sengon Karta. Kebanyakan peristiwa di dalamnya ditulis dengan rima dan irama ciri khas dari Rap. Sebagian puisi di dalamnya juga menjadi sebuah album musik rap dengan judul yang sama. Projek berbeda sekaligus penyajian dengan cara berbeda, menghasilkan perbedaan rasa ketika menikmatinya secara bersamaan. Buku puisi ini juga disusun secara gaduh, karena hampir kebanyakan menangkap potret kekacauan yang terjadi di masyarakat (penindasan, eksploitasi sumber daya alam, ketimpangan gender, dsb). Jangan terkejut saat membacanya dan menemukan banyak ketidakteraturan di tiap puisinya. Lewat Antologi Puisi Mozaik ini, Sengon Karta bermaksud memberikan sumbangan kecil terhadap besarnya dunia sastra. Penulis seorang alumni Sosiologi dan masih melanjutkan studinya di sebuah kampus di Yogyakarta. Pernah terlibat dalam aktivisme sosial di beberapa organisasi dan aliansi di Purwokerto dan Yogyakarta.