[Paket 2]
Mendekolonialisasi Mitos Kartini - Saut Situmorang (Salingzineau Vol. 1/2025)
Keterkenalan nama Kartini ini tentu saja tidak bisa dengan naif kita tafsirkan sebagai sebuah proses alami belaka, seolah tak ada tangan-tangan yang bermain dengan kepentingan dan tujuannya masing-masing, tanpa ada agenda tersembunyi sama sekali.
Dari sekelumit sejarah pembentukan mitos Kartini sebagai ikon di atas jelas betapa baik di zaman kolonialisme Belanda maupun di era setelah Indonesia merdeka, yaitu pada periode Orde Lama Sukarno dan Orde Baru Suharto, berbagai cara resmi dilakukan untuk melahirkan dan mengokohkan sosok Kartini sebagai tokoh ikon dalam sejarah..."
Dalam esai kritik di SalingZineau Vol. 1 (Agustus 2025) ini, Saut Situmorang membawa kita pada sebuah ruang baru untuk melihat bagaimana sosok Kartini dibingkai selama ini oleh berbagai relasi kuasa sejak era kolonial hingga kemerdekaan sebagai representasi dari 'sosok perempuan yang emansipatoris dan memperjuangkan kaumnya'.
Baca selengkapnya dengan membeli zine kami. Dengan membeli berarti Anda telah berkontribusi terhadap kesejahteraan penulis dan tim di media kami.
***
Negara di Pusaran Krisis - Panji Dafa A. & Langit Gemintang MH. (Salingzineau Vol. 2/2025)
59 hlm.
Beberapa waktu belakangan, kita melihat dan sekaligus mengalami kemerosotan dalam banyak hal di negara ini. Demokrasi yang perlahan dikebiri, baik dengan kekuatan aparatus negara maupun undang-undang yang tak memihak pada rakyat.
Dari semua hal itu, kita lantas bertanya, mengapa hal ini terus-menerus terjadi? Lalu, bagaimanakah seharusnya arah yang ideal bagi bangsa ini? Apakah kita akan selalu terjebak untuk hidup dalam rutinitas penderitaan yang berulang?
Dalam dua esai di SalingZineau Vol. 02 (September 2025), Panji Dafa Amrtajaya melalui paradigma transkonstruksi menawarkan pada kita sebuah analitis lain dalam membaca fenomena kenegaraan hari ini. Sedangkan Langit Gemintang Muhammad Hartono mengajak kita membayangkan kemungkinan adanya (lagi) poros nasionalisme kiri di kancah perpolitikan bangsa ini.