[Paket Bundling] Paket B - Feminisme dan Nasionalisme di Negara Dunia Ketiga, Ketika Perempuan Milenial Melawan Pernikahan, Dilema Perempuan Adat

Rp 263.000

Rp 0

Logo MultitudeMultitude
Detail Pemesanan
Deskripsi Produk

1. Dilema Perempuan Adat

*Penulis kolektif | Editor: Eling Wening Pangestu & Muhammad Haikal | 140 hlm | Rp85.000*

- Ditulis oleh lebih dari 20 penulis, mencerminkan keragaman perspektif.

- Fokus pada perempuan adat di Indonesia yang berperan menjaga budaya dan kearifan lokal.

- Tantangan utama: marginalisasi dalam hak dasar, partisipasi politik, dan pengambilan keputusan komunal.

- Buku ini menyoroti benturan antara tradisi lokal dan modernisasi, serta dampaknya terhadap kehidupan perempuan adat.

- Membahas isu sosial, ekonomi, dan ketidaksetaraan gender yang sering diabaikan.

- Tujuan: meningkatkan kesadaran publik, mendorong dukungan, dan memperkuat suara perempuan adat agar keberlanjutan budaya terjamin.

2. Ketika Perempuan Milenial Melawan Pernikahan

*Penulis: Nabila B. Nayyirah | 115 hlm | Rp58.000*

- Membahas fenomena perempuan milenial Indonesia yang menolak menjadikan pernikahan sebagai kewajiban sosial atau agama.

- Pernikahan dipandang sebagai pilihan, bukan keharusan.

- Perempuan milenial lebih menekankan kemandirian finansial dan emosional, serta pengembangan karier.

- Buku ini menyoroti bagaimana norma tradisional dianggap usang, dan bagaimana perempuan mendefinisikan kebahagiaan serta kesuksesan secara mandiri.

- Menegaskan kedaulatan individu atas tubuh dan kehidupan pribadi sebagai bentuk perlawanan terhadap tekanan sosial.

3. Feminisme dan Nasionalisme di Negara Dunia Ketiga

*Penulis: Kumari Jayawardena | Penerjemah: Balqis Nabila Zahra | 350 hlm | Rp120.000*

- Buku ini adalah terjemahan karya klasik Feminism and Nationalism in the Third World (Verso, 2016).

- Menjadi salah satu teks fundamental dalam sejarah feminisme Asia dan Timur Tengah.

- Jayawardena menekankan bahwa feminisme di Dunia Ketiga tidak sekadar meniru Barat, melainkan lahir dari perjuangan perempuan melawan kolonialisme dan patriarki.

- Studi kasus mencakup Mesir, Iran, Turki, India, Sri Lanka, Tiongkok, Jepang, Korea, Filipina, Vietnam, dan Indonesia.

- Buku ini menunjukkan bagaimana gerakan perempuan beririsan dengan nasionalisme, membentuk strategi politik dan sosial yang unik.

- Pengakuan internasional: memenangkan *Feminist Fortnight Award* di Inggris dan masuk daftar “20 Karya Klasik Feminis” versi Ms. Magazine.